Komitmen menghadirkan pelayanan hingga ke wilayah perairan kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan konsumtif kepada masyarakat pesisir sungai di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Satpolairud Polres Pelalawan bersama BAZNAS Kabupaten Pelalawan dalam bingkai program JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat), yang menjadi salah satu program unggulan Polda Riau.
Program ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan dilaksanakan secara rutin—bahkan hampir setiap hari dan setiap pekan—sebagai wujud kehadiran berkelanjutan bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir perairan. Melalui jalur transportasi air yang menjadi nadi kehidupan warga, tim gabungan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi keluarga kurang mampu, sekaligus menghadirkan layanan sosial yang terintegrasi.
Selain bantuan konsumtif, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis. Tenaga kesehatan yang terlibat memberikan pemeriksaan dasar, konsultasi, serta edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Tidak hanya itu, program Kapal Baca turut menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi anak-anak sekolah di wilayah pesisir perairan. Perpustakaan terapung tersebut membawa berbagai buku bacaan edukatif guna menumbuhkan minat literasi serta memperluas cakrawala pengetahuan anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Kepala Satpolairud Polres Pelalawan, AKP Mardani Tohenes, SH., MH., menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi konkret dari semangat pengabdian Polri kepada masyarakat.
“Melalui program JALUR ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan hingga ke wilayah perairan. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam aspek sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat pesisir. Perairan bukanlah batas, melainkan ruang pengabdian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Pelalawan, H. Karmani, S.Pd.I., MH., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas institusi merupakan strategi efektif dalam memperluas jangkauan kemanfaatan zakat.
“Sinergi ini menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang berdampak luas ketika dikelola secara kolaboratif. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi juga menghadirkan harapan melalui layanan kesehatan dan literasi. Inilah wujud zakat yang hidup dan menyentuh langsung masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Kolaborasi Satpolairud dan BAZNAS Pelalawan dalam program JALUR menjadi model pelayanan terpadu berbasis kemitraan yang adaptif terhadap karakteristik geografis daerah. Dengan pendekatan humanis dan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat pesisir, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan kesejahteraan harus menjangkau seluruh lapisan—termasuk mereka yang tinggal di wilayah perairan.